Portal Akademik
Link
Support Center
Eksis & Berprestasi
Minggu, 04 April 2021
Banjir Bandang, Bangunan dan 200an Civitas Akademika Kampus Merah Terdampak
Ditulis Oleh : Humas
Gambar (ist): Malam saat air meluap (Jumat, 2/4/2021), Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si saat shalat subuh berjamaah di meja ruang kerjanya.
Dr. Ibnu: Kami Mendata dan Akan Segera Bersolusi

TamsisBima – Banjir yang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Bima pada Jumat (2/4/2021) menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Pun dengan STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima, bangunan dan 200an Civitas Akademika ikut terdampak. Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., pada media ini melalui telepon genggamnya, Minggu (4/4/2021) mengaku pihaknya akan terus mendata akan segera mencarikan solusi terbaik.

Di tengah luapan air yang terus mengalir masuk ke bangunan kampus, pihaknya melakukan pembagian tugas. Mulai dari menyiapkan makanan bungkus untuk korban, membagikan sembako, maupun mendata civitas akademika yang terdampak.

“Sejak banjir menggenangi sejumlah titik di Kecamatan Monta, Woha, Bolo dan Madapangga, termasuk kampus kami, kami terus mendata dosen, pegawai dan mahasiswa yang terdampak. Ini adalah langkah awal yang akan kami lakukan sebagai upaya awal dalam menentukan sejumlah kebijakan. Terutama kebijakan akademik,” ujarnya.

Data yang terhimpun sementara, setidaknya sudah tercatat belasan dosen dan pegawai dan 200an mahasiswa yang mendapat cobaan. Tidak hanya karena desanya terimbas, tetapi juga yang kosnya ikut terendam.

“Data sementara yang telah kami himpun, sudah ada belasan dosen dan pegawai yang teimbas. Untuk mahasiswa, sudah mencapai angka 200. Tentu tidak hanya rumah tempat tinggalnya saja, tetapi juga untuk mahasiswa yang tinggal di kos an sekitar kampus,” ulangnya menekankan.

Dari data tersebut, sambung pria yang akrab disapa Ibnu itu, pihaknya akan segera melakukan rapat terbatas dengan sejumlah unsur pimpinan. Tujuannya untuk segera mencarikan solusi yang tepat bagi civitas akademika yang terdampak banjir. “Yang kami harus pikirkan untuk segera mencarikan solusi. Terlebih untuk kebijakan dan solusi akademik,” pungkasnya.

Seperti berita yang dipublish oleh www.msn.com, dari data yang dirilis BPBD Kabupaten Bima (2/4/2021) pukul 23.45 Wita, total kecamatan yang terdampak hanya empat. Yakni di Kecamatan Madapangga, dengan enam desa terdampak. Yakni, Desa Campa dengan warga terdampak 253 KK, 771 Jiwa, Desa Woro dengan warga terdampak 302 KK, 906 Jiwa, Desa Tonda, 451 KK, 1.353 jiwa, Desa Dena, 296 KK, 981 jiwa, Desa Ncandi 112 KK, 318 Jiwa dan Desa Rade, 258 KK, 1.032 jiwa.

Di Kecamatan Bolo meliputi Desa Tambe, dengan warga terdampak 285 KK, 895 jiwa, Desa Rasabou, 193 KK 587 jiwa, Desa Leu, 176 KK, 536 Jiwa, Desa Bontokape, 97 KK, 301 Jiwa, Desa Nggembe, 221 KK, 613 jiwa, Desa Kananga, 305 KK, 927 Jiwa, Desa Rato, 248 KK, 753 Jiwa, Desa Timu, 237 KK, 691 Jiwa.

Kemudian di Kecamatan Woha, yakni Desa Naru dengan warga terdampak 1.005 KK, 3.015 Jiwa, Desa Nisa, 605 KK, 2.000 Jiwa, Desa Rabakodo, 334 KK, 1.000 Jiwa, Desa Tenga 167 KK 500 Jiwa, Desa Tente 154 KK 500 Jiwa, Desa Waduwani 67 KK 200 Jiwa, Desa talabiu 504 KK 1500 Jiwa, Desa pena Pali 235 KK 705 Jiwa, Desa Donggo Bolo 102 KK 305 Jiwa.

Terakhir Kecamatan Monta, dengan wilayah terdampak di Desa Baralau, 135 KK, 397 jiwa, Desa Simpasai, 152, KK 471 jiwa, Desa Sie, 173 KK, 518 jiwa, Desa Sakuru, 134 KK, 410 jiwa, Desa Pela, 87 KK, 253 jiwa, Desa Tangga, 207 KK, 609 jiwa dan Desa Monta, 103 KK, 315 jiwa. (TSB01)

[ Kembali ]
HMPS & UKM Partner & Support
Sekretariat Kampus I :
Jl. Pendidikan Taman Siswa No. 1 Kab. Bima - NTB
Gedung C Lt.1 Telp/Fax : 0374 - 42891
Sekretariat Kampus II :
Jl. Datuk Dibanta No. Kota Bima - NTB
Gedung A Lt.1
Copyright @ 2014 - Power by ICT-TSB