Bimtaq Lanjutan Diisii oleh Pendiri Al-Wildan International Islamic School Jakarta
Portal Akademik
Link
Support Center
Eksis & Berprestasi
Sabtu, 19 September 2020
Bimtaq Lanjutan Diisii oleh Pendiri Al-Wildan International Islamic School Jakarta
Ditulis Oleh : Humas
TamsisBima - Jika sebelumnya dihadirkan Ust. Jundi dan budayawan N. Marewo untuk memberi modal awal untuk mahasiswa baru. Kini, STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis) kembali menghadirkan pendiri Pendiri Al-Wildan International Islamic School Jakarta, Dr. Abdurrahim Al Basyir, M.Pd., sebagai penggugah semangat generasi beradab Kampus Merah. Tema yang diusung, adalah, bangun generasi beradab menuju Indonesia maju 2045. Saat menyampaikan materi, Abdurrahim menjelaskan tentang resep sukses dan riwayat perjalanan karirnya.

"Ada empat hal yang harus dimiliki seseorang, jika ingin sukses. Pertanyaan sederhana, apakah anda ingin sukses. Perjuangan hari ini, bukan untuk hari ini, tapi untuk empat, 10 tahun yang akan datang. Untuk menjadi sukses, kita harus memiliki bingkai kesuksesan," ujarnya saat menyampaikan materi di Aula Sudirman STKIP Tamsis Bima, Jumat (18/9/2020).

Empat hal tersebut, lanjutnya, adalah modal yang harus dimiliki oleh setiap orang yang hendak sukses. Pertama, abstraksi atau kemampuan untuk menjadi orang yang berilmu. Perspektifnya, gelar hanyalah sebuah bungkusan, dan tidak ada yang bisa dilakukan hanya dengan bungkusannya saja.

"Jadi, sarjana pendidikan itu adalah bungkus. Isi itu, namanya abstrasi, artinya ilmu. Sehingga ilmu itu dibungkus dengan kesarjanaan. Tidak ada air laut, pasti asin. Seorang yang memilki ilmu, pasti akan dipakai, digunakan, dan diperbutkan. Walaupun berasal dari lubang gunung, anda akan tetap diperebutkan," tekannya.

Kedua, adalah niat ikhlas dan sungguh-sungguh. Baginya, sumbangan kecerdasan dalam meraih kesukses hanyalah lima persen. 95 persen, bersumber dari kesungguhan. "Siapa yang bersungguh-sungguh maka, ia yang akan mendapatkan kesuksesan," tekannya lagi.

Ketiga, belajar dalam waktu yang lama. Kepada peserta, sosok yang juga dipanggil syekh itu dengan tegas mengatakan, sukses itu tidak instan. Butuh waktu yang lama. Selain itu, ia juga menyarankan pada mahasiswa untuk terus terlibat dalam aktifitas apapun dengan berpegang pada komitmen. Komitmen, sambungnya, memilki dua indikator, yaitu disiplin waktu dan sungguh-sungguh.

"Terakhir adalah interpersonal (memilki kemampuan berhubungan dengan orang lain, red) komunikasi. Anda harus baik dengan teman dan guru. Super baik dengan orang tua. Tidak ada kesuksesan bagi mereka yang menyusahkan orang tua. Komunikasi efektif, memiliki lima indikator, yaitu, tujuan yang baik, isi yang baik, cara yang baik, sadar dengan siapa, situasi yang tepat," jelas ayah dari 24 anak itu.

Diawal pedatonya, mengucapkan selamat kepada Maba sebagai peserta karena telah memilih kampus yang tepat. Kampus yang memadukan antara Iptek dan Imtaq. Abdurrahim kemudian menceritakan tentang perjalanan karirnya dan berharap mampu menjadi inspirasi. "Dulu saya sekolah di Parado. Kemudian berguru pada pendiri STKIP Tamsis Bima, Drs. H. Sudirman., M.Si di SPG, Sekolah Pendidikan Guru. Lanjut ke PGSD Unram, kemudian di IKIP Mataram. Lulus, diangkat menjadi PNS. Kemudian membangun pesantren Abu Hurairah di Mataram. Setelah itu, berangkat ke Jakarta untuk lanjut S2 dan S3. Dengan tekad yang kuat, mengundurkan diri dari PNS. Bermitra dengan banyak pihak dan membagun 4 universitas dan sekolah di 11 provinsi di Indonesia," urainya.

Baru di tahun 2014, ia berusaha mandiri dengan membangun sekolah Al Wildan. Cabangnya, akan mau 9, dan dalam rencana menuju ke 10. Beberapa lokasi Al Wildan adalah di Serpong, Bekasi, Lebak Bulus, Jakpus, Cilekduk, Serang, Depok, dan Dompu. "Mau yang ke 10, di Bima. Sengaja ceritakan, di masa depan, bangsa dan negeri terlebih agama Islam ada di tangan anda (Mahasiswa, red). Semoga mampu menjadi inspirasi," katanya.

Sebelumnya, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., saat menyampaikan sambutannya dengan bangga menyebut Abdurrahim sebagai anak desa yang kini memiliki aset ratusan miliar. Kemudian sukses mengembangkan sekolah Islam berkelas internasional di sembilan lokasi, salah satunya di Desa Huu. "Untuk masuk, biayanya 50juta. SPP, 5 juta sebulan. Inilah fakta bahwa pendidikan maju itu tidak murah. Pengajar banyak dari Bima Dompu. Sudah puluhan negara di kunjungi, pikiran-pikiran besarnya sudah banyak andil untuk Indonesia. Misi kenabian, harus mampu membangun membangun peradaban yang islami," sampainya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindaklanjut kerjasama yang sudah dibangun seperti, visiting leader. Abdurrahim berkunjung untuk memberikan motivasi dan berbagi pada Camaba, pegawai dan dosen. (TSB01)

[ Kembali ]
HMPS & UKM Partner & Support
Sekretariat Kampus I :
Jl. Pendidikan Taman Siswa No. 1 Kab. Bima - NTB
Gedung C Lt.1 Telp/Fax : 0374 - 42891
Sekretariat Kampus II :
Jl. Datuk Dibanta No. Kota Bima - NTB
Gedung A Lt.1
ICT-TSB : Kampus I Gedung A Lt.2
CP : 085 239 649 707
Copyright @ 2014 - Power by ICT-TSB